BONEBOL – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango (Bonebol), resmi menetapkan besaran zakat fitrah 1439 H/2018 sebesar Rp30.000 perjiwa.
Penetapan zakat fitrah ini berdasarkan hasil musyawarah bersama antara unsur pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kantor Kementerian Agama, serta perwakilan pemangku adat dan pegawai syar’i di wilayah Kabupaten Bonebol, di ruang Huyula Kantor Bupati Bonebol, Senin (28/5).
“Penetapan zakat fitrah sebesar Rp30 ribu perjiwa ini berdasarkan harga bahan makanan pokok berupa beras yang terjual di masyarakat, serta saran pendapat dari peserta musyawarah,”ujar Asisten III Bidang Administrasi Setda Kabupaten Bonebol, Syarifudin Uloli saat diwawancarai usai memimpin rapat musyawarah penetapan zakat fitrah tersebut.
Menurutnya, besaran zakat fitrah tahun ini mengalami kenaikan sebesar Rp2.000 dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp28.000."Penetapan zakat fitrah ini berdasarkan harga kebutuhan makanan pokok berupa beras sebanyak 3,5 liter atau 1 sha’, dengan harga kisaran Rp8.500 dan Rp9.000,"kata Syarifudin Uloli.
Dia menambahkan, kenaikan zakat fitrah harus menyesuaikan dengan harga makanan pokok yang berlaku pada saat ini. Harga kebutuhan pokok atau beras pada 2017 sedikit berbeda dengan tahun 2018.
Sesuai aturan dan ketentuan bahwa besaran zakat fitrah itu sebanyak 1 sha’ atau 3,5 liter beras. Makanya zakat fitrah jika dirupiahkan itu harus menyesuaikan dengan kenaikan harga beras yang berlaku saat ini.
Lebih lanjut, Syarifudin menambahkan, untuk proses pembayaran zakat fitrah diharapkan segera dilakukan. Karena sesuai dengan ketentuan dan aturan, sebelum khotib turun dari mimbar sholat Idul Fitri, itu seluruh zakat fitrah sudah tersalurkan atau terdistribusikan kepada yang berhak menerima.
Di Bonebol sendiri, lanjut dia, penyaluran zakat tidak lewat lembaga Kementerian Agama atau Baznas setempat, karena Pemkab Bone Bolango memiliki konsep untuk menyalurkan zakat lewat pemerintah kecamatan.
"Nantinya pemerintah kecamatan yang akan menyalurkan zakat itu kepada yang berhak menerima, yakni kepada fakir dan miskin,"pungkas mantan Kepala BKPPD Bonebol ini. (Hms/Kadir)