Senin, 26 Agustus 2013 - 07:22:01 WIB
Muslimat NU Bonbol Gelar Pelatihan Kecakapan Keorangtuaan
Diposting oleh : Kominfo Bonbol
Kategori: Agama - Dibaca: 3920 kali


BONE BOLANGO – Guna meningkatkan layanan pendidikan kecakapan keorangtuaan pada ibu-ibu kader PKK, Posyandu, penyuluh masyarakat, dan kader pendidik PAUD, pengurus cabang Muslimat Nadhatul Ulama (NU) Kabupaten Bone Bolango melaksanakan pelatihan pendidikan kecakapan keorangtuaan.
Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan kecakapan keorangtuaan pada calon orang tua dan yang telah menjadi orang itu, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango yang diwakili Kabid PNFI Ismail Hiola, Camat Kabila Oktavianus Rahman,  dan Ketua PW Muslimat NU Provinsi Gorontalo DR. Sopiah Budiono, M.Pd, dipusatkan di aula kantor Kelurahan Oluhuta Kecamatan Kabila.

Dalam penyampaiannya Ketua panitia pelaksana, Ny. Hj. Sarlota Tangahu mengatakan kegiatan pendidikan kecakapan keorangtuaan adalah peningkatan kapasitas kader/penyuluh masyarakat di tingkat kecamatan melalui pelatihan calon pelatih. Melalui pelatihan ini, diharapkan bisa meningkatkan wawasan dan pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan karakter yakni sikap, kejujuran, sopan santun, kemandirian dan kerja keras.”Selain itu, meningkatnya wawasan dan pengetahuan para peserta tentang perlindungan kesehatan ibu dan anak, pencegahan kematian ibu melahirkan dan bayi, pencegahan penelantaran anak, dan pelindungan anak marjinal, dan meningkatnya ketahanan ekonomi keluarga sasaran,”katanya.

Lebih lanjut, Sarlota menjelaskan kegiatan pelatihan kecakapan keorangtuaan tersebut diikuti 50 peserta utusan dari beberapa kelurahan dan desa di wilayah Kecamatan Kabila dan Kecamatan Tilongkabila dengan menghadirkan 5 (lima) narasumber, diantaranya DR. Djailani Haluti, M.Pd.I, Ros Panai, S.Kes. Ners, Drs. Mohamad M. Harun, DR. Hj. Supiah Budiono, M.Pd, dan Soniya Yahya, S.Pd.
”Materi yang disampaikan yakni, pendidikan karakter dan pendidik, pengetahuan dan pengamanan pentingnya kesehatan ibu hamil, dan bayi, cara lahir, tahap perkembangan anak serta implementasi terhadap pola pengasuhan orang tua, pencegahan perilaku destruktif KDRT dan tindak pidana perdagangan orang, dan materi usaha mandiri yang dapat menunjang ekonomi keluarga,”tutup Sarlota Tangahu. (Hms/Kadir)



Komentar :